HARMONI DI WONOKARTO PERSATUAN : KETIKA PERBEDAAN SERAGAM JUSTRU MEMPERKUAT PERSAUDARAAN

Oleh : Muklis Ahmad

Momentum kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 pada bulan Agustus tahun 2025 kemarin meninggalkan jejak kenangan yang mendalam bagi warga Desa Wonokarto Persatuan. Bukan hanya karena kemeriahan lomba atau pawainya, melainkan karena hadirnya sebuah pemandangan istimewa yang menyejukkan hati. Di tengah sorak-sorai perayaan, semangat persatuan menyeruak kuat dari para pendekar pencak silat yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi desa. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan mampu meleburkan segala sekat perbedaan.

Seringkali, keberagaman aliran pencak silat dipandang sebagai potensi gesekan oleh sebagian masyarakat awam. Namun, stigma tersebut patah seketika di Desa Wonokarto Persatuan. Di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), para pesilat menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Tidak ada ego sektoral atau keinginan untuk merasa paling hebat. Justru yang terlihat adalah kolaborasi apik dan sikap saling menghormati, seolah menegaskan bahwa meski jurus dan seragam berbeda, tujuan mereka tetap satu: menjaga kedamaian dan keutuhan desa.

Keindahan pelangi persatuan ini terbentuk dari hadirnya enam perguruan besar yang ada di desa kita. Mereka adalah saudara-saudara kita dari PSHT, IKS PI, PSHW TM, Pagar Nusa, Bunga Islam, Tjimande dan Marga Luyu. Keenam elemen ini berdiri sejajar, bahu-membahu dalam satu barisan. Kehadiran mereka dengan atribut kebesaran masing-masing tidak lantas menciptakan jarak, melainkan justru memperkaya warna dalam bingkai kebersamaan masyarakat Wonokarto.

Puncak keharmonisan ini terekam jelas pada kegiatan 17 Agustus kemarin. Kita bisa menyaksikan bagaimana sikap "guyub rukun" benar-benar dipraktikkan, bukan sekadar slogan. Mereka bekerja sama menyukseskan acara, berbaur tanpa canggung, dan saling melontarkan senyum persahabatan. Pemandangan ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru desa bahwa perbedaan seragam hanyalah kulit luar, sementara di dalamnya mengalir darah yang sama, darah persaudaraan sesama anak bangsa.

Apa yang ditunjukkan oleh IPSI Desa Wonokarto Persatuan adalah manifestasi paling jujur dari semboyan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Para pendekar ini mengajarkan kita filosofi luhur pencak silat: bahwa kekuatan sejati bukan digunakan untuk memukul lawan, melainkan untuk merangkul kawan dan melindungi kedamaian. Persatuan di antara enam perguruan ini menjadi pondasi kokoh bagi keamanan dan kenyamanan lingkungan desa kita tercinta.

Semoga semangat kebersamaan yang terjalin pada momen Agustusan ini tidak luntur termakan waktu. Harmoni antara PSHT, IKS PI, PSHW TM, Pagar Nusa, Bunga Islam, Tjimande dan Marga Luyu di Wonokarto Persatuan harus terus dijaga dan dirawat. Ini adalah warisan berharga bagi generasi penerus, sebuah bukti bahwa di desa ini, kerukunan adalah harga mati dan persatuan adalah jalan ninja kita bersama menuju kemajuan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer